Shell Cabut, Pertamina & Petronas Siap Caplok Masela

Blok Masela (Dok.Reuters)

PT Pertamina (Persero) dalam menggandeng perusahaan lain untuk masuk dalam proyek proyek minyak dan gas (migas) jumbo di Indonesia yakni Lapangan Abadi, Blok Masela di Maluku, telah menemukan titik terang.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan bahwa Pertamina bersama salah satu perusahaan minyak dan gas (migas) asal Malaysia yakni Petronas akan masuk pada proyek Blok Masela secara bersamaan.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji mengatakan bahwa saat ini proses binding offer oleh Pertamina sudah selesai. Setelah itu dilanjutkan pada proses non binding offer yang mana Pertamina akan bekerja sama dengan Petronas.

“Kan sudah selesai binding offer, nanti melanjut ke non binding offer. Nah yang Pertamina itu sedang bekerja sama dengan Petronas saat ini,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Rabu (5/4/2023).

Dia mengatakan Pertamina bersama dengan Petronas akan mengambil 35% participating interest alias hak partisipasi Blok Masela dari Shell.

“Mereka bareng, untuk ambil 35%. Sekarang sudah ada kesepakatan juga,” tambahnya.

Adapun dia menegaskan, sampai saat ini baru ada dua perusahaan yang akan masuk dalam proyek jumbo Maluku tersebut.

“Baru Petronas dan Pertamina, 2 perusahaan itu,” tandasnya.

Memang, sebelumnya Menteri ESDM, Arifin Tasrif. Arifin menyebutkan bahwa walaupun saat ini Pertamina sudah masuk pada tahap due diligence, ternyata ada beberapa perusahaan lain yang juga tertarik untuk menjadi investor di Blok Masela.

“Mereka (Inpex) nunggu, sekarang sedang dilakukan due diligence, artinya oleh Pertamina. Kalau angkanya pas, mudah-mudahan April, Pertamina ambil decision. Tapi selain Pertamina ada lagi beberapa (perusahaan) yang kepingin sekarang,” beber Arifin saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Jumat (24/3/2023).

Sayangnya, Arifin belum mau mengungkapkan investor mana yang tertarik untuk berinvestasi di Blok Masela. Namun yang pasti, Arifin menyebutkan perusahaan yang berminat itu disinyalir sangat besar. “Pokoknya ada lagi (perusahaan yang berminat), ada yang lebih gede,” tambah Arifin.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) telah mengantongi calon partner yang akan masuk dalam pengelolaan Blok Masela. Adapun salah satunya adalah perusahaan asal Malaysia yakni Petronas.

SVP Strategy & Investment PT Pertamina (Persero) Daniel S. Purba mengatakan ada beberapa investor yang tertarik untuk menawarkan kerja sama dalam pengelolaan Blok Masela. Namun demikian, Pertamina kemungkinan hanya akan fokus terlebih dahulu pada Petronas.

“Sudah ada beberapa yang dilakukan pembicaraan dengan Pertamina, ini sambil paralel berbicara dengan Inpex-nya. Mungkin paling tidak satu dulu lah (calon partner),” kata dia saat ditemui usai acara Energy & Mining Outlook, dikutip Senin (27/2/2023).

Lebih lanjut, Daniel mengatakan pada tahun ini pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar US$ 1,5 miliar atau Rp 22,92 triliun (asumsi kurs Rp 15.280 per US$) untuk proses akuisisi di sektor hulu migas. Salah satunya guna pengambilalihan 35% participating interest alias hak partisipasi Blok Masela dari Shell.

“Kita mau masuk ke Blok Masela cuma ini kan angkanya masih negosiasi berapa besarannya ini masih berproses. Jadi US$ 1,5 miliar tidak saja untuk Masela tapi untuk blok lain. Apakah ini terserap atau masih kurang? Itu tergantung progresnya yang sudah kita lakukan negosiasi saat ini termasuk Masela. Kalau memang perlu tambahan kita upayakan, jadi begitu prosesnya,” kata Daniel.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*