Serangan Sepatu Bekas Singapura Bikin Produsen Lokal Menjerit

Pedagang beraktifitas jual beli sepatu bekas impor di pasar senen, Jakarta, Rabu, (8/3/2023). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Para industri sepatu lokal menjerit! mengeluhkan bagaimana sepatu Nike dan Adidas bekas pakai dari negara Singapura alias sepatu bekas impor telah menganggu bisnis para produsen sepatu lokal.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri mengatakan, secara matematis, dengan adanya serangan sepatu bekas impor pastinya menganggu industri persepatuan Indonesia.

“Ya, secara matematis pasti mengganggu industri kita,” kata Firman kepada CNBC Indonesia, Rabu (8/3/2023).

Selain itu, bukan hanya sepatu bekas saja yang membuat khawatir dan perlu adanya pengawasan dari pemerintah, tetapi adanya impor sepatu KW, dan sepatu impor yang mungkin legal namun dijual dengan harga yang sangat murah, juga meresahkan para produsen. Hal itu akan menyebabkan persaingan dagang yang tidak sehat.

“Ini sebenarnya banyak, bukan hanya sepatu bekas yang kita ingin diawasi. Satu, kita bicara sepatu bekas, kedua, ada juga nih impor-impor sepatu KW, dan ketiga, impor yang mungkin legal tapi harganya yang sangat murah,” terangnya.

“Yang seperti ini kan saya rasa harus diawasin, dipisahkan dengan pelaku-pelaku usaha yang baik (benar mengikuti peraturan dan tata tertib perdagangan yang ada), jangan sampai kelompok itu (penjual nakal) head to head dengan produsen sepatu brand lokal,” imbuh dia.

Firman menjelaskan, kelompok dari para penjual sepatu bekas impor, sepatu KW impor, sampai dengan sepatu murah impor itu pastinya akan masuk ke segmen head to head atau berhadapan langsung dengan industri persepatuan lokal. Hal ini tentu akan mengganggu dan mempengaruhi usaha para pelaku usaha di industri persepatuan dalam negeri.

“Ini kan yang kelompok tadi itu masuk ke segmen yang head to head dengan industri lokal kita, dengan brand lokal kita, jadi otomatis karena mereka head to head atau berhadapan langsung dengan kelompok-kelompok usaha di dalam negeri, ya pasti dengan masuknya mereka ke dalam negeri pasti akan mempengaruhi industri lokal kita maupun brand lokal kita,” terangnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri juga mengatakan, dengan adanya impor sepatu bekas ilegal tentu menjadi ancaman bagi industri alas kaki khususnya industri kecil dan menengah untuk tumbuh optimal, karena pasar domestik yang diharapkan dapat menyerap produk industri alas kaki dalam negeri menjadi terkendala karna adanya produk impor sepatu bekas ilegal yang beredar di pasar dalam negeri.

“Sepatu bekas Impor membuka segmentasi pasar baru bagi masyarakat Indonesia yang mencari barang-barang luar negeri dengan harga yang lebih murah, hal ini dapat mengurangi daya saing alas kaki lokal,” ujar Febri kepada CNBC Indonesia.

Masuknya impor sepatu bekas ilegal, katanya, juga memberi kesan ketidakberpihakan pemerintah terhadap podusen alas kaki dalam negeri, karena mereka merasa kalau pasar mereka telah diambil oleh impor sepatu bekas, padahal mereka telah banyak memberikan lapangan usaha bagi masyarakat, membayar pajak, dan berkontribusi terhadap perekonomian negara, tetapi malah kalah oleh importir ilegal yang tidak ada kejelasan.

Terlebih, lanjut dia, industri alas kaki dalam negeri tengah berhadapan dengan kondisi penurunan ekspor sebagai dampak resesi global, terutama di negara-negara yang menjadi pasar tujuannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*