Permintaan Diramal Kencang, Minyak Dunia Mendidih Lagi!

Kilang minyak

Harga minyak terpantau menguat ditopang oleh sejumlah optimisme.

Pada awal perdagangan Rabu (26/4/2023), harga minyak mentah WTI Berjangka (Crude Oil) dibuka menguat hingga 0,47% ke posisi US$77,43 per barel. Untuk harga minyak mentah Brent, harganya menguat hingga 2,84% ke posisi US$82,88 per barel.

Di awal sesi, harga minyak naik, didukung oleh optimisme bahwa perjalanan liburan di China akan meningkatkan permintaan bahan bakar dan ekspektasi penurunan persediaan minyak mentah AS.

Namun masih terdapat sentimen negatif dalam pasar minyak. Kekhawatiran yang semakin mendalam akan perlambatan ekonomi dan dolar yang lebih kuat melebihi harapan permintaan China yang lebih tinggi.

Kepercayaan konsumen AS pun turun ke level terendah sembilan bulan pada bulan April, menambah kekhawatiran tentang resesi.

Kabar buruk itu datang sehari setelah bank regional First Republic Bank melaporkan adanya penarikan dana lebih dari $100 miliar, memicu kekhawatiran akan potensi krisis perbankan.

Dolar AS naik di tengah kekhawatiran yang mendalam tentang pendapatan perusahaan dan ekonomi global.

Dolar yang lebih kuat menekan permintaan minyak dengan membuat komoditas lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

Harga emas juga masih stagnan karena dolar AS  menguat, sementara beberapa saham AS turun karena laba yang menurun menambah kekhawatiran ekonomi.

Investor tetap waspada bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan energi di Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa.

Bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed), Bank of England, dan Bank Sentral Eropa diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang. Pertemuan The Fed pada 2-3 Mei 2023.

Pedagang minyak juga khawatir bahwa margin penyulingan yang lemah secara global dapat memaksa penyuling untuk mengekang pembelian minyak.

Stok minyak mentah AS turun sekitar 6,1 juta barel dalam pekan yang berakhir 21 April, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute pada Selasa. Analis memperkirakan persediaan minyak mentah turun sekitar 1,5 juta barel.

Persediaan bensin juga turun minggu lalu, sementara persediaan sulingan naik, tambah sumber tersebut. Data stok resmi dari pemerintah AS akan dirilis hari Rabu (26/4/2023).

Ekspor minyak dari utara Irak telah menunjukkan akan segera dimulai kembali setelah terhenti selama sebulan. Sementara itu, anggota kelompok produsen OPEC+ bersiap untuk memulai pengurangan produksi pada bulan Mei.

Di sisi AS, minyak mentah AS mendominasi benchmark minyak Brent di bawah perubahan indeks.

Minyak mentah Texas akan mengambil peran kunci dalam tolok ukur terpenting dunia minyak Brent karena penerbit indeks minyak S&P Global Platts menambahkan minyak mentah AS WTI Midland ke perhitungan harga minyak Brent untuk pengiriman bulan Juni.

Dated Brent adalah bagian dari kompleks Brent yang lebih luas termasuk kargo fisik, swap, dan kontrak berjangka Intercontinental Exchange (ICE). Brent digunakan untuk memberi harga lebih dari tiga perempat minyak dunia yang diperdagangkan.

WTI Midland adalah minyak mentah pertama dari luar wilayah yang ditambahkan ke dalam keranjang minyak mentah.

Sampai sekarang, Brent didasarkan pada lima minyak mentah Laut Utara Inggris dan Norwegia, yang pasokannya terus menurun dalam jangka panjang.

“Intinya untuk Brent akan jauh lebih dipengaruhi oleh fundamental AS seperti rilis Strategic Petroleum Reserve dan produksi Permian,” ucap Rebecca Babin, seorang pedagang energi senior di CIBC Private Wealth AS.

Volume minyak mentah WTI Midland yang tiba di Eropa dari AS telah meningkat dalam setahun terakhir, menggantikan minyak mentah Rusia yang dimana telah dilarang oleh sanksi Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*