Pantes Mau Masuk Bisnis LNG, Segini Kebutuhan Gas untuk PLN

Pekerja beraktifitas di area pembangkit listrik tenaga Gas dan Uap Jawa 2 di (PLTGU) Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Guna memenuhi kebutuhan energi listrik nasional, PLN berupaya meningkatkan penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) membeberkan bahwa proyeksi kebutuhan PLN akan pasokan gas untuk kebutuhan pembangkit listrik milik PLN dalam setahun bisa lebih dari 400 Ribu BBTU (Billion British Thermal Unit).

Hal itu dikatakan oleh Direktur Utama PT PLN EPI, Iwan Agung Firstantara mengatakan bahwa secara mendetail, kebutuhan gas untuk PLN dalam setahun mencapai 474 Ribu BBTU. “Ada 474 (ribu) BBTU,” ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (5/4/2023).

Adapun, dia juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya saat ini masih mengusahakan izin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bagi PLN untuk bisa berniaga LNG untuk keperluan pembangkit listrik dalam pemenuhan kebutuhan gas untuk pembangkitnya.

“Kita sedang usahakan, Karena bagaimanapun nanti dalam proses LNG primer itu tetap kita transaksi dengan customer ya. Jadi meskipun kita sebagai agregator tapi kita tetap transaksi, oleh karena itu kita tetap usaha dapat izin dari situ,” ungkap Iwan.

Iwan mengatakan nantinya bisnis niaga LNG tersebut akan dipergunakan untuk pasokan gas di pembangkit listrik milik PLN. “Kita saat ini tetap fokusnya adalah di pembangkit PLN,” tegasnya.

Namun, Iwan mengungkapkan saat ini proses PLN untuk bisnis niaga LNG masih dalam proses pengajuan izin. Dia belum bisa memastikan kapan pastinya PLN mendapatkan izin niaga tersebut.

“Belum (dapat izin), kita berharap nanti. Kita sedang berharap, kita sedang usahakan, kita sedang menyurati ke kementerian. Kita tunggu saja,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji pernah menegaskan bahwa saat ini masih dilakukan pengkajian izin yang diajukan oleh PLN kepada Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM.

“Ada izin (pengajuan). Kalau dia walaupun untuk keperluan internal pun harus ada izin, itu yang kita bahas. Misalkan ini ada kebutuhan ini, dipakai untuk tempat lain, nah itu yang kita kaji, di situ kita perhatikan di situ,” jelas Tutuka saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (21/3/2023).

Dia menyebutkan bahwa PLN tidak boleh menggunakan bisnis niaga migas tersebut untuk keperluan di luar PLN, seperti PLN berperan sebagai penjual di sektor migas. Dengan begitu, tutuka menekankan bahwa saat ini pihaknya masih mengkaji izin bisnis niaga migas PLN hanya untuk keperluan internal perusahaan saja.

“Intinya begini, PLN tidak boleh menggunakan itu (migas) untuk keperluan bisnis luar PLN. Jadi misal PLN jadi penjual itu nggak boleh. kalau untuk keperluan internal, itu yang kita bahas,” tambahnya.

Selain itu, dalam izin yang diajukan oleh PLN pada Ditjen Migas Kementerian ESDM, dia mengatakan bahwa melalui izin tersebut, pihaknya bertanya maksud dari bisnis migas PLN tersebut. Setelah itu baru dilakukan pengkajian apakah pengajuan izin oleh PLN diterima atau tidak.

“(Izin) disampaikan ke kami, sudah ada, sebenarnya apa yang dimaksud kita tanya. Ya sekarang baru dibahas di situ. Kita harus lihat habis izin kalau kita terima begitu saja kan harus kita lihat juga kondisinya,” tandas Tutuka.

Adapun, Menteri ESDM, Arifin Tasrif sebelumnya klaim dirinya belum tahu rencana pasti dari PLN EPI untuk masuk pada bisnis niaga LNG dan BBM. Dia juga mengatakan tidak ada urgensi bagi PLN EPI untuk masuk dalam bisnis niaga minyak dan gas bumi (migas).

“Belum ada (laporan) ke saya, apa urusannya (PLN masuk bisnis migas),” jawab Arifin dengan dingin, saat ditanya perihal rencana PLN EPI, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (17/3/2023).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*