Kena ‘Kutuk’ Sanksi Barat, Bank VTB Rusia Rugi Rp 114 Triliun

FILE PHOTO: Logos are on display outside a branch of VTB bank in Moscow, Russia May 30, 2019. REUTERS/Evgenia Novozhenina/File Photo/File Photo

Bank kedua terbesar di Rusia, VTB, melaporkan kerugian senilai 612,6 miliar rubel atau sekitar Rp 114,5 triliun (kurs Rp 187) sepanjang 2022.

Adapun, bank tersebut menjadi salah satu lembaga keuangan yang dikeluarkan dari sistem pembayaran global SWIFT setelah Rusia menyerang Ukraina.

“Pada 2022, grup VTB menghadapi kesulitan dan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya… Kami adalah target pertama untuk sanksi maksimum yang mungkin, yang menyebabkan kerugian yang signifikan,” kata kepala keuangan bank Dmitry Pianov dalam sebuah pernyataan, dikutipĀ AFP, Rabu (5/4/2023).

Sementara itu, dilansir Zawya, CEO Andrei Kostin menyalahkan kerugian bank secara langsung pada sanksi Barat terhadap sektor keuangan Rusia. VTB, yang sangat terekspos ke pasar internasional dan dengan lebih dari 20% portofolio pinjamannya dalam mata uang asing, sangat terpukul pada tahap awal konflik di Ukraina.

Adapun, kerugian VTB sepanjang 2022 berbanding terbalik dengan rekor laba senilai 327,4 miliar rubel atau sekitar Rp 61,2 triliun pada 2021.

Biaya provisi tercatat meningkat 343,3% menjadi 514,3 miliar rubel dan pendapatan bunga bersih merosot 50,3% menjadi 321,0 miliar rubel.

Tak berdiam diri, VTB mencoba menyelesaikan masalah modal dengan menambah aset dengan membeli Otkritie, bank saingannya, seharga 340 miliar rubel dari bank sentral Rusia akhir tahun lalu dan merencanakan penerbitan saham tambahan kedua pada kuartal ini.

VTB akan fokus mengalokasikan keuntungan untuk pemulihan modal dan tidak berencana untuk membayar dividen pada hasil 2023, meskipun keputusan itu akan diselesaikan pada pertengahan 2024.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*