AS Kirim Pengebom Nuklir Dekat Korut, Awas Kim Jong Un Ngamuk

Pesawat pengebom B-1B Angkatan Udara AS, jet tempur F-16, dan F-35A Angkatan Udara Korea Selatan membuat formasi selama latihan udara bersama, Korea Selatan, (19/3/2023). (via REUTERS/SOUTH KOREAN DEFENCE MINISTRY)

Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) pada Rabu (5/4/2023) mengadakan latihan udara bersama yang melibatkan setidaknya satu pengebom strategis B-52H berkemampuan nuklir.

Di sisi lain, Korea Utara memandang latihan semacam itu sebagai latihan untuk invasi, dan menanggapinya dengan serentetan uji coba senjata terlarang yang makin provokatif. Dalam beberapa minggu terakhir Korut telah menguji apa yang digambarkan sebagai drone berkemampuan nuklir bawah air, dan melakukan peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM).

Para pejabat di Seoul dan Washington telah memperingatkan sejak awal 2022 bahwa Korea Utara dapat melakukan uji coba nuklir ketujuh, dengan beberapa ahli mengatakan hal itu akan segera terjadi.

Amerika Serikat dan Selatan, sementara itu, telah meningkatkan kerja sama pertahanan mengingat meningkatnya ancaman tersebut

“Pengerahan berkelanjutan aset strategis utama AS di semenanjung Korea dianggap sebagai tindakan untuk meningkatkan tekad AS untuk membela Korea Selatan dan kemampuan untuk menerapkan pencegahan yang diperluas,” kata Kementerian Pertahanan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan, dikutip dariĀ AFP.

Adapun, B-52H AS dikerahkan kembali ke semenanjung Korea sekitar sebulan setelah penempatan terakhirnya. Latihan pada Rabu juga menampilkan jet tempur F-35A canggih Korea Selatan.

Korut tampaknya sangat sensitif terhadap latihan udara di masa lalu, dengan para ahli mencatat bahwa angkatan udaranya adalah mata rantai terlemah dalam militernya.

Pada Maret lalu, Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un memerintahkan militer Korea Utara untuk mengintensifkan latihan dalam persiapan untuk “perang nyata”. Dia juga baru-baru ini menyerukan peningkatan “eksponensial” dalam produksi senjata, termasuk nuklir taktis.

Sementara itu, Washington telah berulang kali menyatakan kembali komitmennya yang untuk membela Korea Selatan, termasuk menggunakan nuklir.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*